

Rapat Evaluasi dan Pembubaran Panitia Misa Natal Keluarga 2025 dilaksanakan di Gereja Santo Petrus Kanisius Ngestiharjo, pada hari Selasa, 13 Januari 2026 pukul 19.00 WIB. Panitia yang hadir sebanyak 12 dari 15 panitia, sehingga prosentase kehadiran sebesar 80%. Rapat dimulai dengan berdoa bersama dipimpin oleh Nanang sebagai Ketua Panitia Misa Natal Keluarga 2025. Agenda rapat adalah pelaporan keuangan kegiatan, evaluasi petugas dan saran dan masukan untuk kegiatan berikutnya. Dibawah ini beberapa rangkuman yang bisa kami sampaikan sebagai berikut :
-
Terkait keuangan, sebaiknya satu pintu untuk keluar masuknya uang sehingga tidak terjadi kebingungan dalam pencatatannya. Penerapan keuangan berimbang perlu mulai diinisiasi bersama. Yang dimaksud keuangan berimbang ini adalah dana yang diberikan sesuai RAB tidak selalu habis sesuai dengan RAB namun dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan prioritas sehingga selalu ada dana sisa yang kedepannya dapat dikembalikan ke GBM dan menunjang program-program GBM selanjutnya. Selain itu, revisi RAB terkait peningkatan konsumsi dari 500 menjadi 700 yang tidak diterima GBM dan panitia harus minta dana dari Wilayah untuk kekurangannya sebesar 800.000/wilayah, realitasnya memang kalau sesuai RAB konsumsi tetap kurang karena berdasarkan checker umat yang hadir sebanyak 750an umat. Berhubung GBM sudah menerima amplop natal yang notabene dari umat maka dana tombokan dari Wilayah dimintakan penggantiannya ke GBM.
-
Terkait konsumsi, sebaiknya perlu detail-detail teknis diperhatikan seperti perlengkapan dll. Evaluasi ini merujuk pada saat hari H, panitia masih sibuk cari entong, panci, pembagian jenang, dll. Strategi pamja, keamanan dan parkir makan bersama dulu ketika misa mulai menjadi sebuah langkah terobosan yang sangat baik diteruskan untuk kedepannya. Dapat dilihat pemandangan mereka berbaur menjadi satu, kembul bujana bareng sambil ngobrol-ngobrol tanpa memandang status dan kedudukannya. Yang menjadi kebanggaan terkait konsumsi ini adalah kerelaan kehadiran Romo Sukendar, Pr yang berkenan datang menyapa umat disambi makan jenang lemu, walaupun beliau tidak memimpin misa di GBM.
-
Terkait talak, sebaiknya id petugas diperbanyak karena dari 15 talak tidak semua mendapatkan id petugas sehingga muncul perasaan malu untuk melayani umat tanpa id. Realitasnya petugas talak yang tidak mendapatkan id hanya kemudian menempatkan diri sebagai umat. Demikian juga terkait petugas yang menghitung kolekte hanya 3 orang saja. Masukkannya untuk GBM memperhatikan id petugas di hari-hari besar ini supaya semua petugas mendapatkan id petugasnya.
-
Terkait koor, sebaiknya perlu ada dokumentasi yang ditugakan dalam kepanitian sehingga koor yang diampu oleh anak-anak PIA ada dokumentasinya. Dalam diskusi ada usulan supaya komsos GBM mempublish dokumentasi yang dilakukan supaya bisa diakses oleh umat.
-
Terkait among tamu, sebaiknya among tamu dipecah tidak per-wilayah seperti kemarin. Karena umat bebas mau masuk melalui 3 pintu yang belum tentu menjadi umat dari wilayah yang bertugas among tamu. Jadi banyak yang tidak kenal dan hanya sekedar salaman saja dan mempersilahkan saja. Seandainya dipecah minimal among tamu mengenali umat yang masuk melalui pintu yang dijaganya.
-
Terkait Kerja bakti, sebaiknya kerja bakti dipisah menjadi 2. Ada kerja bakti untuk Malam Natal dan ada kerja bakti untuk Misa Natal Keluarga. Karena kerja bakti tanggal 23 banyak yang hadir, namun kerja bakti untuk menyiapkan tempat konsumsi di Misa Natal Keluarga hanya segelintir orang dan Pamja. Dan ada catatan untuk GBM adalah satu komando dalam mengatur kerja bakti ini sehingga umat yang hadir kerja bakti tidak bingung, misal seperti kursi sudah ditata rupanya diminta untuk mengganti kursi yang warna lain. Ini menjadi keluhan bagi umat yang hadir di kerja bakti.
-
Terkait kehadiran umat, ini menjadikan salah satu kebanggaan panitia misa natal keluarga 2025 karena rupanya umat yang hadir melebihi kebiasaan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata umat hadir di angka 250an namun kemarin yang hadir diangka 750an. Panitia Misa Natal Keluarga 2025 sudah menginisiasi bersama bahwa sebagai panitia tidak hanya sukses dalam menjalankan tugas kepanitiaan namun juga sukses memastikan menghadirkan umat.

Leave a Reply