Pada hari Senin, 22 Juni 2026 pukul 18.00 WIB, umat Lingkungan Carolus Jomegatan Kulon berkumpul bersama di kediaman Ibu Rosalia Sunarni, Jomegatan RT 05, untuk melaksanakan Misa dan sarasehan lingkungan. Acara ini dihadiri oleh Romo pendamping PABMW, Romo Antonius Invarien Alpha Andriyanto, Pr. (Romo Andri), didampingi oleh Wakil Ketua DPPH PABMW Bapak Prananta, Korwil PABMW Bapak Agus, serta Kawil Ngestiharjo Kidul Mas Antoko.
Rangkaian acara diawali dengan Misa yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sesi sarasehan interaktif antara Romo, pengurus dan umat. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk melakukan "cek kesehatan lingkungan" sebuah evaluasi bersama guna melihat sejauh mana perkembangan iman, relasi kebersamaan, serta tata kelola administratif umat di tingkat lingkungan.
Berikut adalah pemaparan hasil sarasehan yang terbagi dalam beberapa poin penting:
1. Pemaparan Arah Dasar (Ardas) oleh Romo Andri
Romo Andri memaparkan Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Agung Semarang dengan menekankan 4 langkah praktis untuk membangun umat yang aktif dan peduli:
Formasi Iman Berjenjang Berkelanjutan (FIBB): Pelayanan iman yang merangkul semua usia secara nyata. Romo Andri mencontohkan tindakan sederhana seperti mengajari anak-anak bernyanyi di panggung, memercayakan OMK mengelola acara Natal atau Paskah lingkungan, mendampingi lansia lewat kegiatan senam dan cek kesehatan, contoh program kerja sama cek kesehatan semi berbayar Rp 5000, kegiatan yang yang sudah berlangsung dalam rangka penyambutan HUT GBM.
Memperhatikan Keutuhan Ciptaan: Mewujudkan iman lewat kepedulian pada lingkungan hidup dengan aktif menjaga, merawat, dan mengembangkan kelestarian lingkungan di sekitar kita.
Solidaritas Berbela Rasa: Berupaya meningkatkan mutu kehidupan sesama yang membutuhkan, salah satunya melalui imbauan untuk mendaftarkan diri dalam program gotong royong BKSY.
Pelayanan Sinodal Berbasis Teknologi: Mengembangkan pelayanan yang relevan dengan kemajuan zaman. Semangat berjalan bersama ini dimulai dari lingkup terkecil, yaitu berpartisipasi aktif dengan peduli, membaca, dan aktif merespons setiap warta, koordinasi tugas, serta permohonan doa di grup WhatsApp lingkungan.
2. Aspek Teologi dan Praktik Doa
Dalam sesi tanya jawab, umat diajak memperdalam pemahaman iman dan kehidupan doa sehari-hari:
Makna Doa Rosario: Menjawab pertanyaan mengenai pengulangan dalam doa Rosario, dijelaskan bahwa umat Katolik tidak menganut paham takdir pasif. Tuhan memberikan Wahyu, dan manusia menanggapinya melalui iman serta perbuatan nyata. Rosario merupakan doa penting yang perlu dihayati secara mendalam untuk melatih fokus batin umat.
Dosa Asal dan Bunda Maria: Terkait pertanyaan apakah Bunda Maria turut membawa dosa asal saat mengandung Yesus, dijelaskan bahwa Bunda Maria dipilih secara khusus oleh Allah. Ia dibebaskan dari noda dosa asal karena disucikan oleh Tuhan Yesus yang dikandungnya.
Doa Dialog vs Monolog: Mengenai keinginan umat untuk beralih dari kebiasaan berdoa monolog ke doa dialog, dijelaskan bahwa hakikat doa pada dasarnya adalah komunikasi dua arah dengan Tuhan, hanya saja kita mungkin sering kali belum memberikan ruang untuk mendengarkan mempersilahkan Tuhan hadir. Gereja sendiri telah menyediakan wadah untuk doa dialog ini melalui kesempatan doa Adorasi. Romo Andri mengingatkan bahwa doa yang utuh tidak hanya melulu soal meminta, melainkan harus merangkum tiga unsur utama yang saling melengkapi: pujian yang mengagungkan kebesaran Tuhan, syukur atas segala penyelenggaraan kasih-Nya, dan barulah permohonan tulus atas kebutuhan hidup kita.
3. Administrasi dan Masa Transisi PABMW
Mengingat proses peralihan menuju area Pastoral PABMW yang sedang berjalan, aspek administratif menjadi salah satu fokus bahasan:
Kendala Input Data dan Administrasi: Pak Prananta (Wakil Ketua DPPH) menjelaskan bahwa ke depannya seluruh administrasi akan dikelola penuh oleh PABMW. Namun, karena statusnya yang masih baru dan adanya keterbatasan SDM, saat ini pencatatan masih dibantu secara manual oleh Mbak Alvina di buku terpisah khusus PABMW. Selama belum memiliki pedoman pelayanan pastoral sendiri, PABMW masih merujuk pada Paroki Pugeran.
Solusi Teknis Data Umat: Terkait kendala input data, pengurus dapat berkoordinasi dengan Mas Antok (Litbang) atau melalui grup WhatsApp inputer. Pak Agus menambahkan agar para Ketua Lingkungan (Kaling) tetap fokus memperbarui dan mendata umat secara manual terlebih dahulu, sehingga data siap diinput ketika sistem telah berjalan lancar.
Pengurusan Administrasi Perkawinan (KPHB): Untuk persiapan perkawinan, proses administratif saat ini masih dilayani oleh Mbak Alvina di Sekretariat Paroki Pugeran. Namun, untuk konsultasi teks misa atau koordinasi langsung dengan Romo Andri, umat sudah dapat dilayani di PA BMW setiap hari Selasa, Rabu, dan Jumat.
4. Pelayanan Sosial, Inklusivitas, dan Pengumuman Kegiatan
Gereja terus berupaya hadir bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel:
Komuni bagi Umat Difabel: Mengenai keterbatasan umat difabel dalam menerima komuni, Romo Andri mengarahkan agar ada kerja sama dan pendampingan aktif dari Kaling, Prodiakon, serta umat di sekitar untuk mempersiapkan, menkoordinir dan mengomunikasikan kebutuhan tersebut agar pelayanan berjalan baik.
Program Bantuan PSE: Terkait status program bantuan PSE di PABMW, dipastikan bahwa program tersebut sudah berjalan, untuk lebih jelasnya bisa berkoordinasi dengan Bu Retna Astuti. Salah satu program nyata yang sedang digalakkan adalah program lantainisasi bagi umat yang kondisi rumahnya belum berlantai layak.
Misa UBK (Umat Berkebutuhan Khusus): Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap inklusivitas, diumumkan bahwa akan diselenggarakan Misa UBK pada tanggal 27 Juni 2026, pukul 09.00 WIB bertempat di PABMW.
5. Sosialisasi HUT GBM
Pak Agus selaku ketua Panitia menyampaikan rencana peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Brayat Minulya (GBM) yang akan dilaksanakan pada 12 Juli 2026 dengan mengusung tema "Gereget".
Umat diimbau untuk berpartisipasi aktif mendukung acara ini, salah satunya melalui aksi penggalangan dana dengan membeli payung dan paket Sari Roti, untuk pemesanan bisa menghubungi Kaling atau pengurus terkait. Gerakan ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan solidaritas, relasi, rasa memiliki umat yang kuat terhadap Gereja Brayat Minulya & Gereja Santo Petrus Kanisius.
Melalui Misa dan sarasehan lingkungan ini, umat Lingkungan Carolus Jomegatan Kulon tidak hanya mendapatkan kesegaran rohani, tetapi juga kejelasan informasi praktis serta arah gerak bersama yang semakin solid di masa transisi pastoral ini.



















































































Leave a Reply